Gaji UMR ‘Nge-lag’, Gaya Hidup ‘Nge-gas’! Jebakan ‘Sandwich’ Milenial.

Gaji UMR ‘Nge-lag’, Gaya Hidup ‘Nge-gas’! Jebakan ‘Sandwich’ Milenial.

0 0
Read Time:54 Second

Ngerasa gini gak? Tiap tahun UMR (Upah Minimum) kayaknya naik. Gaji kita juga (mungkin) naik dikit. Tapi anehnya, kok tiap akhir bulan tetep ‘ megap-megap’, ya? Nggak bisa nabung!

Kenalin ‘musuh’ kita: Inflasi Gaya Hidup (Lifestyle Creep). Ini penyakit ‘halus’. Dulu, ngopi saset cukup. Sekarang, minimal latte Rp 30 ribu. Dulu, nonton TV cukup. Sekarang, harus subscribe Netflix, Disney+, Spotify. Nggak sadar, pengeluaran ‘bengkak’!

‘Healing’ Tipis-Tipis = ‘Boncos’ Kronis

Penyakit ini makin parah gara-gara ‘tekanan sosial’ di medsos. Kita ngerasa ‘wajib’ healing, wajib nongki di tempat hype, biar gak dibilang ‘ketinggalan’. Padahal, ‘healing’ tipis-tipis itu kalau dikumpulin jadi ‘boncos’ kronis.

Ini ‘jebakan Batman’ buat generasi sandwich profesional muda. Gaji pas-pasan, tapi tuntutan gaya hidup ‘selangit’. Solusinya? Brutal honesty sama dompet sendiri. Bedain mana ‘kebutuhan’ dan mana ‘keinginan’ FOMO. Gak semua yang ‘viral’ harus kita ‘beli’.

Intisari:

  1. Banyak profesional muda merasa gaji naik tapi tetap gak bisa nabung.
  2. Penyebabnya adalah ‘Inflasi Gaya Hidup’ (Lifestyle Creep): pengeluaran naik seiring pendapatan.
  3. Tekanan medsos (healing, nongki, subscribe) memperparah ‘jebakan’ ini.
  4. Solusinya adalah jujur membedakan antara ‘kebutuhan’ vs ‘keinginan’ akibat FOMO.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%