Singapura sering dijadikan studi kasus global dalam pengelolaan kepadatan kendaraan yang berhasil, menggunakan kombinasi regulasi yang ketat dan teknologi canggih. Kebijakan Certificate of Entitlement (COE) yang membatasi jumlah mobil di jalanan dan Sistem Penetapan Harga Jalan Elektronik (Electronic Road Pricing – ERP) telah menjadi benchmark.
COE membuat kepemilikan mobil pribadi menjadi sangat mahal dan terbatas, memaksa warga Singapura untuk mempertimbangkan alternatif transportasi massal. Sementara itu, ERP membebankan biaya otomatis kepada pengemudi yang memasuki zona padat, menyesuaikan harga secara dinamis untuk mengendalikan lalu lintas real-time.
Kunci keberhasilan Singapura adalah investasi berkelanjutan pada sistem transportasi massal kelas dunia yang dapat diandalkan, yang membuat pembatasan mobil pribadi dapat diterima oleh publik.
Negara-negara Asia lainnya dapat belajar dari pendekatan holistik Singapura, namun perlu disesuaikan dengan konteks sosial dan ekonomi yang berbeda. Model seperti COE mungkin tidak dapat diterapkan di pasar yang jauh lebih besar dan lebih sensitif terhadap harga, tetapi prinsip pengelolaan permintaan melalui harga adalah pelajaran penting.
Singapura menjadi studi kasus sukses dalam mengelola kepadatan kendaraan melalui kebijakan ketat seperti Certificate of Entitlement (COE) dan Electronic Road Pricing (ERP), yang didukung oleh sistem transportasi massal kelas dunia.

