Ancaman Malware Berbahasa Lokal: Bagaimana Peretas Asia Menargetkan Bank-Bank di Asia Selatan.

Ancaman Malware Berbahasa Lokal: Bagaimana Peretas Asia Menargetkan Bank-Bank di Asia Selatan.

0 0
Read Time:47 Second

Asia Selatan menghadapi ancaman siber yang unik dari Malware (perangkat lunak jahat) yang dirancang menggunakan bahasa daerah. Peretas Asia memanfaatkan bahasa seperti Hindi, Urdu, atau Bengali dalam email phishing dan antarmuka malware untuk meningkatkan kredibilitas dan tingkat keberhasilan serangan terhadap bank-bank dan institusi keuangan di kawasan tersebut.

Malware berbahasa lokal sering kali lebih sulit dideteksi oleh perangkat lunak keamanan siber global, yang utamanya dilatih pada bahasa Inggris dan skema serangan Barat. Peretas juga menyesuaikan taktik mereka dengan kebiasaan pengguna lokal, memanfaatkan kepercayaan pada komunikasi resmi berbahasa daerah.

Sektor perbankan di Asia Selatan, yang sedang mengalami digitalisasi yang cepat, menjadi target utama. Serangan ini bertujuan untuk mencuri kredensial nasabah, mentransfer dana secara ilegal, dan mengganggu layanan perbankan online.

Ancaman malware berbahasa lokal menuntut respons keamanan siber yang terlokalisasi. Bank-bank di Asia Selatan harus berinvestasi dalam intelijen ancaman yang fokus pada bahasa dan konteks regional untuk secara efektif memerangi serangan siber yang semakin canggih ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%