Hobi Fotografi Analog: Kembali ke Era Klise Film.

Hobi Fotografi Analog: Kembali ke Era Klise Film.

0 0
Read Time:1 Minute, 5 Second

Di tengah dominasi fotografi digital yang serba cepat dan instan, hobi fotografi analog atau film photography mengalami kebangkitan popularitas yang signifikan. Daya tarik utamanya terletak pada proses yang lebih lambat, terencana, dan kejutan artistik yang dihasilkan dari klise film.

Berbeda dengan digital, fotografi analog menuntut presisi dan kesabaran. Karena setiap jepretan film mahal dan terbatas, fotografer harus berpikir matang sebelum menekan tombol shutter. Proses ini mengajarkan komposisi yang lebih baik dan mindfulness saat menciptakan sebuah karya, menjauhkan dari kebiasaan mengambil foto spam.

Tantangan dari hobi ini adalah ketersediaan dan biaya film serta proses developing dan scanning yang memakan waktu. Kenaikan harga film dan penutupan laboratorium developing tradisional telah menjadi isu. Namun, hal ini juga mendorong komunitas untuk saling membantu dalam proses pencucian dan berbagi spot lab yang masih tersedia.

Bagi banyak orang, hasil akhir dari kamera analog—dengan grain yang unik, saturasi warna yang khas, dan nuansa nostalgia—memberikan kepuasan yang tidak bisa ditiru oleh filter digital. Kembali ke film adalah perjalanan artistik yang memperlambat laju kreativitas dan menghargai setiap momen yang terekam.

Intisari: Hobi fotografi analog kembali populer karena menawarkan proses yang lebih lambat, terencana, dan kejutan artistik dari grain film. Ini melatih presisi dan komposisi yang lebih baik. Tantangannya adalah biaya film dan proses developing yang memakan waktu, namun hasilnya menawarkan nuansa nostalgia yang unik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%